mellydia.co.id LONDON. Harga emas menunjukkan performa mengesankan dengan kenaikan sekitar 1% pada Jumat (29/8/2025), memposisikannya untuk mencatat kinerja bulanan terbaiknya sejak April. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh data inflasi AS yang terbaru, yang semakin menguatkan ekspektasi pasar akan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan berikutnya.
Mengutip laporan dari Reuters, harga emas spot melonjak 0,8% mencapai US$ 3.443,19 per ons pada pukul 13.53 ET (1753 GMT). Angka ini menandai level tertinggi yang dicapai emas sejak 17 Juli. Secara keseluruhan, logam mulia telah mengalami penguatan substansial sebesar 4,7% sepanjang bulan Agustus, menunjukkan daya tariknya di tengah ketidakpastian ekonomi.
Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga mengakhiri perdagangan dengan kenaikan yang solid, ditutup 1,2% lebih tinggi pada US$ 3.516,1. Kinerja cemerlang emas ini terjadi di tengah stabilnya dolar AS, meskipun mata uang Paman Sam tersebut diperkirakan akan mencatat penurunan bulanan sebesar 2,2%. Pelemahan dolar secara inheren menjadikan emas lebih terjangkau dan menarik bagi para pembeli dari luar negeri, yang turut mendorong permintaannya.
Harga Emas Spot Siap Cetak Kenaikan Bulanan, Pasar Tunggu Data PCE AS
Data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa pengeluaran konsumen mengalami peningkatan pesat pada bulan Juli, diiringi oleh kenaikan inflasi inti yang sebagian besar disebabkan oleh tarif impor pada beberapa barang. Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed, naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan. Kedua angka ini sesuai dengan ekspektasi pasar, memberikan sinyal yang jelas bagi kebijakan moneter The Fed.
“Kami memiliki ekspektasi kuat akan penurunan suku bunga oleh The Fed, atau berpotensi dua kali, sepanjang tahun ini. Kondisi ini secara umum sangat mendukung harga komoditas secara keseluruhan, termasuk emas dan perak,” jelas David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, menyoroti prospek positif bagi pasar logam mulia.
Para pedagang semakin meningkatkan keyakinan mereka terhadap penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh bank sentral AS pada pertemuan kebijakan bulan September. Probabilitas untuk skenario ini kini mencapai hampir 89%, naik dari 85% sebelum rilis data ekonomi terbaru, mencerminkan pergeseran sentimen pasar yang signifikan.
Harga Emas Mendekati Puncak, Pasar Menanti Keputusan The Fed
Di sisi lain, terdapat pula faktor politik dan hukum yang menambah ketidakpastian. Seorang hakim federal pada hari Jumat akan mempertimbangkan apakah akan sementara memblokir Presiden Donald Trump dari pemecatan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook. Gugatan tersebut mengklaim bahwa Trump tidak memiliki alasan yang sah untuk memberhentikannya, menimbulkan pertanyaan mengenai independensi The Fed.
“Emas jelas diuntungkan dari ketidakpastian yang menyelubungi independensi The Fed ini, sebagaimana tercermin dari arus masuk ke ETF emas yang mencapai hampir 15 ton dalam dua hari terakhir,” demikian analisis dari Commerzbank dalam catatannya. “Meskipun demikian, kenaikan harga emas di atas level US$ 3.400 tampaknya semakin terbatas, menunjukkan adanya titik resistansi yang harus diperhatikan investor.”
Ringkasan
Harga emas melonjak sekitar 1% pada Jumat, mencatatkan kinerja bulanan terbaik sejak April. Kenaikan ini dipicu oleh data inflasi AS yang menguatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Harga emas spot mencapai US$ 3.443,19 per ons, level tertinggi sejak 17 Juli, dengan penguatan substansial sebesar 4,7% sepanjang Agustus.
Data ekonomi AS menunjukkan peningkatan pengeluaran konsumen dan inflasi inti, dengan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) sesuai ekspektasi. Pasar meningkatkan keyakinan terhadap penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed pada pertemuan kebijakan September. Ketidakpastian mengenai independensi The Fed juga turut mempengaruhi harga emas, meskipun kenaikan harga di atas US$ 3.400 tampak terbatas.