JAKARTA — Langkah wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia 2025 sedikit tersendat setelah dua amunisi utama, tunggal putra Jonatan Christie dan pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma Amalia/Cahaya Pratiwi (Ana/Tiwi), harus terhenti di babak perempat final. Kondisi ini membuat harapan Merah Putih kini bertumpu pada pundak satu-satunya wakil tersisa, Putri Kusuma Wardani, yang siap bertarung di semifinal hari ini.
Peraih medali emas Asian Games 2018, Jonatan Christie, yang juga merupakan unggulan kelima, gagal melangkah ke semifinal setelah takluk dari wakil Thailand, Kunlavut Vitidsran. Dalam laga sengit tiga gim yang berlangsung Jumat (29/8/2025) malam, Jonatan menyerah dengan skor 14-21, 21-18, dan 8-21.
Jonatan mengakui performa apik Kunlavut yang tampil berbeda dari biasanya. “Di gim pertama pada saat menang angin, Kunlavut justru bermain sangat cepat dan agresif, yang mana itu bukan kebiasaan Kunlavut. Biasanya dia cenderung ada reli-reli dulu baru menyerang,” jelas Jonatan. Ia sempat mengambil gim kedua saat Kunlavut bermain tidak konsisten dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Namun, momentum krusial ini tidak dapat dimaksimalkan Jonatan di gim ketiga.
Pebulutangkis yang akrab disapa Jojo ini menyayangkan kehilangan ritme di awal gim penentuan. “Kesalahan saya adalah di gim ketiga awal, dia sudah langsung ‘in’ terlebih dahulu ke dalam permainan cepat dan itu yang kembali menyulitkan saya, membuat permainan saya tidak berkembang. Harusnya saya memegang ritme permainan dulu di awal gim ketiga tadi,” ungkap Jonatan. Ia menegaskan, pertandingan ini akan menjadi evaluasi penting demi penampilan yang lebih baik di turnamen berikutnya.
Nasib serupa juga menimpa pasangan ganda putri Ana/Tiwi, atau Febriana Dwipuji Kusuma Amalia/Cahaya Pratiwi. Mereka harus menghentikan perjuangan di babak perempat final Kejuaraan Dunia 2025 setelah ditekuk ganda Negeri Sakura, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi, dalam dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 16-21.
Febriana mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi. “Kita tadi di gim pertama berusaha bermain menyerang karena posisi menang angin. Namun pertahanan mereka siap banget dan pas kita mengubah pola pun mereka juga sudah siap. Jadi buangan-buangan kita suka tanggung walaupun kita juga bisa dapat poin,” kata Ana selepas pertandingan. Senada dengan itu, Cahaya Pratiwi menambahkan bahwa serangan dan pukulan lawan sangat efektif. “Intinya mereka bermain agresif dan sangat rapi hari ini dan itu yang membuat kami kesulitan untuk mencari celah,” pungkas Tiwi.
Dengan gugurnya dua wakil tersebut, kini seluruh fokus bulutangkis Indonesia tertuju pada Putri Kusuma Wardani. Ia menjadi satu-satunya atlet Merah Putih yang berhak melanjutkan perjuangan di babak semifinal Kejuaraan Dunia 2025.
Putri KW dijadwalkan akan menghadapi tantangan berat dari wakil Jepang lainnya, Akane Yamaguchi, pada hari ini sekitar pukul 15.20 WIB. Perjuangan Putri KW diharapkan dapat mengharumkan nama bangsa di panggung Kejuaraan Dunia.