mellydia.co.id West Ham United akhirnya semakin dekat untuk mendapatkan tanda tangan gelandang muda berbakat, Mateus Fernandes, dari Southampton. Kedatangan Fernandes menjadi sorotan utama di tengah upaya mendesak manajer Graham Potter untuk memperbaiki performa tim yang mengalami kemerosotan signifikan sejak awal musim Premier League.
Menurut laporan dari Daily Mail pada Kamis (28/8), West Ham United telah mencapai kesepakatan transfer Mateus Fernandes dengan nilai yang berpotensi melebihi GBP 40 juta (sekitar Rp 876 miliar). Kesepakatan tersebut mencakup biaya awal sebesar GBP 35 juta (sekitar Rp 766 miliar), ditambah sejumlah bonus dan klausul penjualan kembali di masa mendatang. Sementara itu, The Guardian memberikan angka sedikit berbeda, menyebut nilai transfer sekitar GBP 38 juta (Rp 832 miliar), dengan rincian biaya awal GBP 35 juta (Rp 766,5 miliar) dan tambahan GBP 3 juta (Rp 65,7 miliar), serta klausul penjualan 15% untuk transfer berikutnya.
Prediksi Starting Line-up Chelsea vs West Ham United: Akankah Estevao Akan Menjadi Pilihan Utama Enzo Maresca?
Proses transfer Mateus Fernandes ini semakin mendekati kenyataan setelah media Inggris mengonfirmasi bahwa sang gelandang telah sukses menjalani tes medis di London. Ia diperkirakan akan segera menandatangani kontrak resmi. Sebelumnya, Southampton sempat bersikeras mempertahankan harga GBP 50 juta (sekitar Rp 1,1 triliun) untuk pemain berusia 21 tahun tersebut. Namun, setelah serangkaian negosiasi sengit dan beberapa penolakan tawaran, mereka akhirnya sepakat melepas Fernandes. Pemain muda asal Portugal ini memang menjadi target utama Graham Potter di bursa transfer musim panas, mengingat kebutuhan mendesak The Hammers akan penyegaran di lini tengah.
Musim lalu, Fernandes tampil sangat impresif dengan mencetak empat gol dan tujuh assist, meskipun Southampton harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari Premier League. Kehadiran Mateus Fernandes diyakini akan membawa kreativitas dan keseimbangan yang sangat dibutuhkan di lini tengah West Ham. Klub London tersebut telah memulai musim dengan rentetan hasil buruk, menelan tiga kekalahan beruntun di liga, kebobolan 11 gol, dan bahkan sudah tersingkir dari Carabao Cup.
Wolverhampton Comeback, Singkirkan West Ham di Carabao Cup!
Selain kepindahan Mateus Fernandes, West Ham juga dikabarkan hampir merampungkan transfer gelandang AS Monaco, Soungoutou Magassa, dengan nilai GBP 17 juta (sekitar Rp 372 miliar). Jika kedua transfer ini terealisasi, mereka akan melengkapi daftar rekrutan anyar The Hammers pada bursa transfer musim panas ini. Daftar tersebut mencakup nama-nama seperti El Hadji Malick Diouf, Kyle Walker-Peters, Callum Wilson, Mads Hermansen, serta Jean-Clair Todibo, menunjukkan ambisi besar West Ham di bawah asuhan Potter.
Situasi ini jelas menjadi langkah darurat bagi Graham Potter, yang kini menghadapi tekanan besar setelah timnya menelan tiga kekalahan beruntun. Potter bahkan sempat bereksperimen dengan menduetkan James Ward-Prowse dan Guido Rodriguez di lini tengah pada laga melawan Wolves, namun kombinasi tersebut gagal memberikan kontrol permainan yang diharapkan. Kehadiran Mateus Fernandes dan Soungoutou Magassa diharapkan dapat menyuntikkan energi baru yang vital bagi West Ham, yang saat ini terpuruk di dasar klasemen Premier League.
Dengan perpaduan pemain muda bertalenta ini, Potter berharap mampu membalikkan keadaan, mengangkat tim dari posisi sulit, dan mengembalikan kepercayaan penuh dari para suporter di London Stadium.
Ringkasan
West Ham United hampir mencapai kesepakatan untuk mendatangkan Mateus Fernandes dari Southampton dengan nilai transfer yang bisa mencapai Rp 876 miliar. Gelandang muda tersebut telah menjalani tes medis di London dan diperkirakan akan segera menandatangani kontrak, setelah negosiasi yang cukup panjang antara kedua klub.
Kedatangan Fernandes diharapkan dapat memperkuat lini tengah West Ham yang saat ini sedang mengalami performa buruk. Selain Fernandes, West Ham juga dikabarkan mendekati Soungoutou Magassa, menunjukkan upaya serius klub untuk meningkatkan kualitas skuad di bawah tekanan dari performa tim yang kurang memuaskan.