Kejuaraan Dunia 2025 – 1 Slot Podium Tunggal Putra China Jatuh ke Tangan Underdog, Titisan Lin Dan Geram

Posted on

mellydia.co.id Tunggal putra China kambali harus kehilangan satu pemain mereka yang tersingkir pada babak-babak awal Kejuaraan Dunia 2025.

China sudah kehilangan tunggal putra nomor dua mereka yakni Li Shi Feng.

Li bahkan sudah kalah pada hari pertama dan kandas pada babak 64 besar usai ditumbangkan pemain Jepang, Yushi Tanaka.

Kali ini giliran tunggal putra nomor tiga China yang harus angkat koper lebih cepat yaitu Lu Guang Zu.

Lu Guang Zu merupakan pemain ranking 11 dunia tetapi langkahnya terhenti pada babak 32 besar saat berlaga di Adidas Arena, Paris, Prancis, Rabu (27/8/2025).

Dia dikalahkan pemain yang berada di ranking 50 dunia yaitu Victor Lai asal Kanada.

Lu sebenarnya mampu mendominasi pertandingan pada gim pembuka hingga berhasil menang dengan skor meyakinkan pada 21-13.

Namun, situasi berubah pada gim selanjutnya setelah Victor Lai balik menang dengan skor meyakinkan.

Lu kandas usai kalah via rubber game dengan skor 21-13, 12-21, 10-21.

Kejuaraan Dunia 2025 – Hujan Service Fault Hancurkan Mimpi Sabar/Reza dari Kuda Hitam Denmark, No.1 China dan Anak Didik Herry IP Pernah Jadi ‘Korban’

Victor Lai mengaku tak menyangka dengan kemenangan yang diraihnya atas runner-up Kejuaraan Asia 2025 itu.

“Saya sudah menjadi underdog selama ini, dan rasanya bagus, karena saya tidak terlalu merasa tertekan,” kata Lai dalam rilis resmi BWF.

“Saya hanya bermain sebaik mungkin. Dan saya pikir saya harus menikmati itu, karena tidak selalu Anda akan menjadi underdog,” ujarnya.

“Jujur saja, di awal, saya sedikit gugup. Di gim pertama, dia (Lu Guang Zu) benar-benar mendominasi saya dengan serangannya, dan saya tidak bisa membalasnya.”

“Tapi setelah gim kedua, saya merasa bisa mengendalikan dia dan merasa sangat percaya diri menjelang gim ketiga,” ujar Lai.

Hasil tersebut sangat disayangkan karena tunggal putra China menyisakan dua wakil yakni Shi Yu Qi sebagai unggulan pertama dan Weng Hong Yang.

Pasalnya slot memperebutkan podium harus jatuh ke tangan pemain non-unggulan.

Lebih-lebih, Victor Lai pada babak 16 besar akan menghadapi sesama pemain underdog lainnya, Jeon Hyeok-jin, asal Korea Selatan pemain peringkat ke-38.

Artinya, keduanya memiliki peluang untuk meraih medali dengan salah satunya lolos ke babak perempat final.

Pemenang dari laga tersebut akan menghadapi pemain unggulan antara Kodai Naraoka (Jepang) dan Loh Kean Yew (Singapura) pada perempat final.

Weng Hong Yang cukup geram dan mengetahui persaingan pada Kejuaraan Dunia itu berbeda dibanding turnamen BWF World Tour.

Pemain kidal yang disebut-sebut sebagai titisan Lin Dan itu berhasil melaju ke babak 16 besar dan menghadapi unggulan ketujuh, Alex Lanier (Prancis).

“Saya bermain normal dan sepenuhnya siap menghadapi kesulitan, kata Weng Hong Yang, dilansir BolaSport.com dari Aiyuke.

“Kemenangan ini sedikit meningkatkan kepercayaan diri saya.”

“Kami harus berani menghadapi satu sama lain di lapangan dan tidak boleh menunjukkan kelemahan, kalau tidak kami akan tertekan,” ujarnya.

Menurutnya, pemain tidak boleh menunjukkan kelemahan jika tak ingin mendapatkan situasi sulit.

“Saya tetap merasa gugup, tetapi aya akan berusaha sebaik mungkin untuk menyesuaikan mentalitas saya dengan ada yang di lapangan, mempersiapkan diri dengan baik, dan menghadapi tantangan,” ujarnya.

Weng sendiri sudah memiliki satu titel gelar ajang Super 1000 dengan meraihnya pada China Open 2024. Tahun ini, dia sudah menjuarai satu turnamen pada Swiss Open 2025.

Kejuaraan Dunia 2025 – Sudah Berguru ke Negara Viktor Axelsen, Tunggal Malaysia Tetap Pulang Lebih Cepat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *