mellydia.co.id – Pembalap andalan Pertamina Enduro VR46, Franco Morbidelli, kini menempati posisi keenam dalam klasemen MotoGP. Torehan ini menempatkannya di depan rekan setimnya, Fabio Di Giannantonio, dan menyamai pencapaiannya pada musim lalu, meskipun dengan ekspektasi yang berbeda.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan MOW Magazine, Morbidelli membuka diri mengenai perkembangan signifikan yang ia dan timnya alami selama setahun terakhir. Ia juga secara khusus menyoroti dominasi Marc Marquez di kelas premier balap motor ini.
Musim ini, performa pembalap Italia tersebut menunjukkan peningkatan yang nyata dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun ia mengendarai motor yang sama. Morbidelli menjelaskan bahwa dukungan tim berperan besar dalam kebangkitannya.
“Tim telah banyak membantu saya. Namun, harus diakui, tahun lalu saya baru saja melewati periode yang sangat sulit, termasuk cedera yang sangat rumit, tidak seperti yang saya alami di Sachsenring tahun ini,” ungkap Morbidelli, seperti dilansir BolaSport.com dari MotoSan.
Ia melanjutkan, “Sebagian besar, cedera total pada paruh pertama tahun lalu, yang membuat awal kejuaraan saya kurang cemerlang. Namun, harus saya akui, paruh kedua tahun lalu sangat solid dan menjadi fondasi penting.”
Namun, tak bisa dipungkiri, kekuatan dominan di kategori ini adalah Marc Marquez. Pembalap berjuluk ‘The Baby Alien’ tersebut telah menorehkan tujuh kemenangan ganda berturut-turut, memimpin klasemen Kejuaraan Dunia dengan selisih yang mencolok.
“Marc Marquez telah melakukan pekerjaan yang fantastis tahun ini. Dia memenangkan setiap balapan, dia selalu menjadi orang yang harus dikalahkan di setiap putaran, di setiap sesi. Sungguh, hanya sedikit yang mampu menyainginya,” puji Morbidelli.
Ia juga menceritakan pengalamannya bersaing, “Saya bersaing ketat dengannya untuk meraih podium di Silverstone. Marco (Bezzecchi) sempat sedikit kesulitan untuk meraih kemenangan dalam beberapa balapan terakhir, namun Marquez selalu berhasil menang, bahkan ketika posisinya terjepit.”
“Itu artinya performanya sangat bagus. Performa seperti itu harus dihormati, dan untuk mencapainya, Anda hanya perlu meningkatkan performa, bekerja sama dengan tim, dan melaju di trek dengan cara sempurna yang ia terapkan. Lawan seperti dia memacu kita untuk terus maju,” tambah Morbidelli.
Situasi tidak mudah juga tengah dihadapi oleh Francesco Bagnaia. Morbidelli, yang berempati dengan rekan setimnya dari Akademi VR46 milik legenda MotoGP, Valentino Rossi, membandingkan kesulitan Bagnaia dengan pengalamannya sendiri di masa lalu.
“Hal serupa terjadi pada saya antara 2022 dan 2023. Pada 2023, Quartararo berjuang untuk kejuaraan dunia, sementara saya hanya bisa finis di posisi kedelapan,” aku Morbidelli.
“Respons saya bukanlah untuk menang lagi, melainkan untuk menyamai performa Quartararo. Dan bagaimanapun juga, Yamaha pada tahun-tahun itu bukanlah Ducati masa kini yang begitu dominan,” jelasnya.
“Yamaha adalah contoh yang baik karena Ducati menerapkan standar lebih tinggi. Marquez masa kini bukanlah Quartararo 2022 dan 2023, meskipun Fabio sangat kuat. Tugas Pecco bahkan jauh lebih sulit,” pungkas Morbidelli, menyoroti tantangan besar yang dihadapi Bagnaia.
Meskipun Morbidelli saat ini merupakan salah satu pembalap paling solid di grid MotoGP, pembalap berusia 30 tahun itu tidak menutup kemungkinan untuk kembali menjajal paddock Superbike suatu hari nanti.
“Kita tidak pernah tahu apa yang menanti kita di jalan hidup kita, dalam karier kita. Kita lihat saja hasil seperti apa yang bisa saya raih pada tahun-tahun mendatang,” ucap Morbidelli dengan bijak.
“Tetapi, saya suka Superbike. MotoGP jelas lebih menggairahkan saya saat ini. Saya berusia 30 tahun, belum setua itu, dan saya sangat menikmatinya.”
“Posisi dan levelnya menarik meskipun kami belum memenuhi standar yang diharapkan banyak orang, seperti yang telah kami tunjukkan di masa lalu. Kami akan berusaha melanjutkan perjalanan kami untuk kembali konsisten di posisi terdepan, lalu kita lihat saja nanti,” tutupnya, optimis.
Pedrosa Artikan Reaksi Marc Marquez yang Minder Duluan Tatap MotoGP Catalunya 2025
Casey Stoner Yakin Marc Marquez Belum Berada di Level Maksimalnya
Ringkasan
Franco Morbidelli, pembalap Pertamina Enduro VR46, mengakui bahwa Marc Marquez adalah lawan yang sangat dominan dan berbahaya di MotoGP musim ini. Ia memuji performa Marquez yang selalu menjadi yang terdepan di setiap sesi balapan. Morbidelli juga menyoroti tantangan yang dihadapi Francesco Bagnaia, rekan setimnya dari Akademi VR46, yang menurutnya lebih berat dibandingkan dengan tantangan yang pernah ia hadapi.
Morbidelli membandingkan situasi Bagnaia dengan pengalamannya sendiri, dimana ia merasa kesulitan untuk menyamai performa Fabio Quartararo pada masanya. Ia berpendapat bahwa Marquez saat ini jauh lebih kuat dari Quartararo pada tahun 2022-2023, membuat tugas Bagnaia menjadi lebih berat. Meskipun fokus pada MotoGP, Morbidelli tidak menutup kemungkinan untuk menjajal Superbike di masa depan.